Dari sekian banyak buku yang sudah kubaca, aku mencoba membuat daftar buku-buku yang mempengaruhiku. Ini dia....
- Seri Lima Sekawan
Serial karangan Enid Blyton ini adalah bacaan favoritku waktu kecil, tentang grup detektif cilik - Julian, Dick, Anne dan George serta anjing mereka, Timmy. Mereka berlima sering terlibat ke dalam kasus-kasus menarik yang misterius serta melakukan petualangan yang menarik.
Aku dulu (yah, sampe sekarang juga sih.... hehehe) suka membayangkan hal-hal yang digambarkan di buku itu: jalan desa dengan gerumbulan mawar liar di kanan-kiri, padang rumput berselimut bunga-bunga kuning dan putih yang sedang mekar, rumah-rumah tua dengan atap yang sudah berlumut di pedesaan Inggris... Dan tentu saja tentang makanannya... ^_^
- Buku-buku Agatha Christie
Pertama kali baca Agatha Christie waktu aku SMA, lupa judulnya. Meski genrenya adalah cerita detektif, tapi karya Agatha juga mengandung unsur psikologis. Dengan membaca karya-karyanya, aku bisa belajar tentang watak dan karakter manusia, dan bagaimana karakter itu mempengaruhi banyak hal dalam hidup. Aku juga belajar tentang kebaikan vs kejahatan.
Agatha menciptakan sejumlah tokoh detektif, seperti Hercule Poirot, Tommy dan Tuppence, Inspektur Japp, Parker Payne, Miss Marple, Inspektur S. Battle, dan Harleyquin. Tapi di antara semuanya aku paling suka Poirot dan sahabatnya, Kapten Hasting.
- State of Fear
Buku karangan Michael Crichton ini sanggup menjungkirbalikkan caraku memandang dunia, khususnya tentang lingkungan dan isu pemanasan global.
Benarkah dunia mengalami pemanasan global? Benarkah bencana alam terjadi karena ketidakpedulian pada alam? Bagaimana jika semua itu hanya omong kosong dan cuma alat untuk menakut-nakuti publik dan dijadikan isu sebagai alat memperoleh uang dari kalangan industri?
Ceritanya tentang penyalahgunaan sebuah lembaga nirlaba bidang lingkungan hidup untuk mendapatkan keuntungan dengan menimbulkan kondisi ketakutan. Caranya, dengan membuat beberapa bencana alam mulai dari kutub hingga daerah tropis.
Seperti buku-buku Crichton yang lain, buku ini memuat catatan kaki yang cukup banyak dan memberikan data detail yang nyata dan valid, misalnya tentang grafik perubahan suhu di berbagai tempat di dunia.
Ceritanya tentang penyalahgunaan sebuah lembaga nirlaba bidang lingkungan hidup untuk mendapatkan keuntungan dengan menimbulkan kondisi ketakutan. Caranya, dengan membuat beberapa bencana alam mulai dari kutub hingga daerah tropis.
Seperti buku-buku Crichton yang lain, buku ini memuat catatan kaki yang cukup banyak dan memberikan data detail yang nyata dan valid, misalnya tentang grafik perubahan suhu di berbagai tempat di dunia.
Buku-buku Chrichton yang lain di antaranya Congo, Disclosure, Rising Sun, Sphere, Timeline, Airframe, Prey, dan Next. Chrichton juga dikenal sebagai pembuat dan eksekutif produser serial televisi ER, dan film Jurassic Park. Orang tidak akan heran melihat pilihan-pilihan karyanya yang dekat dengan bau ilmiah. Dia adalah lulusan Harvard Medical School. Michael juga menulis beberapa karya non fiksi. Dia meninggal 4 November 2008.
- Serial Harry Potter
Well, siapa di bumi ini yang tinggal di tempat yang disentuh peradaban yang tidak mengenal Harry Potter? Kalaupun tidak suka membaca bukunya, orang mungkin akan mengenalnya dari film layar lebar.
Aku membacanya pertama kali pada akhir tahun 2000, beberapa tahun setelah penerbitan pertamanya di negara asalnya, Inggris (tahun 2008 kalau gak salah).
Dari ketujuh bukunya, yang paling berkesan buatku adalah buku pertama dan ketujuh (buku terakhir).
Banyak orang mungkin menganggap buku ini hanyalah berisi cerita tentang penyihir atau fantasi anak-anak, namun sesungguhnya ia menyampaikan pesan yang universal tentang kemanusiaan, persahabatan, cinta, dan kesetiaan.
Kita juga belajar tentang ekses yang ditimbulkan oleh ejekan, pelecehan dan semua bentuk perilaku yang merendahkan sesama. Severus Snape adalah contoh penyihir berdarah campuran yang miskin dan ‘aneh’ sehingga menjadi obyek bullying oleh James Potter & the gang. Lihat bagaimana Snape menjadi demikian benci pada James sehingga kebencian itu akhirnya ditimpakan pada Harry. Lihat pula bagaimana peristiwa masa laluitu dapat menjadikan kegetiran pada seseorang, yang bahkan akan membuat seorang yang sesungguhnya berhati baik dapat tampak menjadi begitu jahat.
Akhirnya kita belajar, bahwa dalam hidup ini selalu ada yang putih dan yang hitam, yang baik dan yang jahat. Manusia selalu memiliki kesempatan untuk memilih. Seperti juga halnya si kecil Albus Severus yang kebingungan menghadapi Topi Seleksi. Tak ada Topi Seleksi manapun yang bisa menjadikan kita baik atau jahat. Hanya kita sendirilah yang memutuskan, apakah kita mau menjadi baik atau menjadi jahat. Severus Snape sudah memilih jalannya, dan pasti begitulah juga yang terjadi dengan si kecil Albus Severus…
Hmmm... Kayanya empat ini dulu deh di daftarku. I need more times to think about what's next on my list ^_^




jeng, kunjungan, kritik dan saran u blog pkk-kobi donk, hehehe....
BalasHapus@k yul